Wednesday, October 04, 2017


Perusahaan Kanebo Ltd di Jepang


Skandal   Kanebo Ltd   yang melibatkan empat auditor Chuo Aoyama (PwC Jepang) dan dua mantan eksekutif Kanebo Ltd. atas   dugaan   persekongkolan memanipulasi laporan keuangan tahun buku 2001 dan 2002 untuk jumlah aset dan kewajiban, juga   menggelembungkan   angka  net income selama lima tahun (1999-2003).
Hoashi menyuruh   staf   akuntansinya untuk memanipulasi   laporan   keuangan   dengan   ancaman perusahaan  akan bangkrut dan mereka akan kehilangan pekerjaan   mereka.   Akhirnya   manipulasi   dilakukan dengan   membuat   total   aset   lebih   besar   dari   total kewajiban (2001 dan 2002) dan mencatat penjualan fiktif dan beban di-understate sehingga net income naik (1999- 2003).
Kanebo bersama auditornya telah mencatat keuntungan  palsu   tahun  buku  1999-2003  senilai  $1,9 milyar   (¥200   milyar).   Setelah   dikoreksi,  restated financial statement menunjukkan kerugian kumulatif 207 miliar   yen   selama   periode   tersebut.   Kemudian   untuk  laporan keuangan 2001 dan 2002, mereka mencatat nilai net asset masing-masing ¥926 juta ($7,9 juta) dan ¥502 juta, padahal fakta yang terjadi adalah Kanebo memiliki net asset negatif lebih dari ¥80 miliar.
KAP ChuoAoyama (PwC Jepang) menghadapi tuntutan hukum dari pemegang saham perusahaan-perusahaan besar yang menjadi kliennya. The Japan Time News memberikan beberapa contoh dari tuntutan hukum tersebut. Skinner dan Srinivasan meneliti peristiwa-peristiwa sekitar kolapsnya ChuoAoyama, afiliasi PwC di Jepang yang terlibat dalam a massive accounting fraud di Kanebo. Dalam periode dua sampai tiga tahun, peristiwa-peristiwa yang terkait audit di Kanebo, menunjukkan bahwa kualitas audit di ChuoAoyama rendah, yang menyebabkan regulator mengambil langkah drastis dengan membekukkan operasi ChuoAoyama. Selanjutnya terungkap skandal kecurangan besar di klien penting ChuoAoyama, yakni Nikko Cordial, yang akhirnya menggiring ChuoAoyama ke tempat peristirahatan yang terakhir.

Review

Pada kasus Kanebo Ltd. di atas, terdapat pelanggaran beberapa etika profesi. Diantaranya adalah yang pertama Tanggung Jawab profesi, dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Tetapi perilaku yang dicerminkan oleh pelaku yang memanipulasi data dari Kanebo Ltd. ini sama sekali tidak menunjukkan tanggung jawab serta profesionalitas. Pelanggaran kedua adalah pelanggaran atas prinsip etika profesi kepentingan publik, karena anggota tidak menghormati kepercayaan publik, dan tidak menunjukan komitmen atas profesionalisme. Padahal, satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. Ketiga adalah pelanggaran pada prinsip standar teknis dimana setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.


Mini Mine . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates